Poksay Si Burung Asia
Poksay Mandarin |
PAGI BERKICAU mengenal akan kehadiran burung poksay yang jarang kita jumpai walau surga hutan, dan rimbunya pepohonan rindang merapat di belahan hijau Bumi Indonesia, kicauan burung poksay ini akan membawa betapa merdunya suaranya, dari salah satu ribuan burung yang kita kenal dan kita lihat di muka Bumi.
Dimulai dari pagi menelusuri
jalan Siliwangi menjadi agenda hunting koleksi yang menjadi buruan untuk
sahabat pagi berkicau. Tak lama sampai di lokasi yang di tuju, tidak di sangaka
pagi-pagi sekalih si kang sudah mangkal walau pangkalanya sering berpindah -pindah tetapi
tidak pernah sepi pengunjung, terlihat ada beberapa pelangan sudah mendapat
hasil buruannya menenteng bungkus kertas semen terikat di gengamannya.
Burung yang di bawa si Akan saat itu
penuh, di setiap sangkar berbeda-beda jenis burungnya, entah dari mana asal
burung-burung ini dia dapatkan, setelah memarkir motor saya berusaha menyapa si
Akang dan mendekat sambil memperhatikan sangkar yang di bawa si akang, mata ini
mulai mencari adakah burung yang aneh mendiami salah satu sangakatnya. Dan berkeliling
beberapa kali sampai akhirnya tertuju pada salah satu burung, yaitu burung
Poksay Mandarin, walau burung kacer tampak begitu memesona mengoda.
Dari deretan burung yang berkelas
hingga burung berharga rata-rata, untuk menganti cucak daun yang sudah mulai
membaik, tetapi yang saya cari adalah burung yang terlihat kondiri kurang baik,
dan saya sering mendapatkan burung yang kondisi bulunya rusak hingga kurang sehat itu yang
saya cari selama ini, terkadang terlihat sangat mengkhawatirkan, kasihan melihatnya, dan biasanya
si akang memberi mahar tidak terlalu tinggi, yang pasti sangat murah.
Dari situlah menjadi hobi, betapa
sangat sayang terhadap burung yang kurang di perhatikan, merawat sampai
benar-benar burung ini sehat dan pada ahirnya lepas dari sangkar sudah kondisi sehat.
Selama ini sudah lumayan banyak yang dapat saya lepaskan selama mendapat
burung-burung sakit, dan setelah sehat keluar dari sangkar bebas, seperti
Burung ciblek, murai irian, kutilang emas, ciung, jalak, cucak, cipoh dan
lain-lain, lupa untuk mengingat kembali.
Kali ini Burung Poksay Mandarin yang
saya dapatkan dalam kondiri bulu rusak, ambrol kata si akang! Kondisi sayap hanya
sebelah, buntut sudah tinggal satu helai, sungguh sangat menghawatirkan, dan akan aku bawa pulang, saat itu yang harus dilakuakan mengembalikan burung ini sehat kembali hingga bulu dan
kondisinya sehat kembali. 150 rb, menjadi nego yang sempurna, untuk saya bawa
pulang ne poksay.
Rutinitas sehari-hari mulai setelah
subuh dan selepas istirahat malam, memanfaatkan waktu sisa rutinitas kantor, dari
memberi pakan yang burung itu butuhkan dan saya tidak merubah jenis pakan alam
yang burung ini dapatkan di alam, madu, pisang, pepaya, ulat hongkong,
jangkrik, belalang, serta biji-bijian kesukaan burung.
Semua saya sediakan agar
apa yang di makan burung tidak menjadi ketergantungan terhadap makanan buatan dan seandainya dilepaskan di alam
mereka masih menyukai makanan yang disediakan alam, hanya vitamin dan makanan
tambahan buat kombinasi agar burung cepat pada kondisi prima serta tidak
khawatir dalam mencari makanan saat di alam kelak. Karena yang Si Akang bawa ternyata burung-burung tangkapan hutan.
Semua pecinta Pagi Berkicau
memiliki cara sendiri-sendiri dalam memperlakukan burung ini, dan kasih sayan
yang di berikan terhadap makhluk cantik penghuni udara ini, semua bebas merawatnya, terutama penghobi yang saya lakukan saat ini, tentunya menjadi hiburan dan hobi
yang sangat mengasyikan dalam mengisi hari-hari waktu luang di rumah.
Poksay Mandarin |
Burung ini yang bernama chestnut-capped
laughingthrush (Garrulax mitratus). Dan salah
satu website yang terkenal yaitu Om kicau.com yang begitu gamblang membahas dan
mengulas karakteristik burung poksay ini, sangat keren karena menjadi dasar
rujukan dalam melakukan konsefasi burung-burung yang ada di beberapa daerah salah
satunya dihutan-hutan Indonesia.
Ciri-ciri khusus Poksay mandarin yang perlu kita tahu.
- Postus sedang tubuhnya berukuran kurang lebih 24 cm.
- Mahkota berwarna Merah kecoklatan yang menghiasai bagian atas kepalanya. Dan putih bergaris-garis tajam ke atas pada pangkal paruh.
- Paruh yang terlihat sangat mencolok berwarna kuning kuat.
- Topeng yang melingkar di bagian matanya berwarna putih mempertegas warna gelap bola matanya.
- Warna Abu-abu mendominasi pada bulu tubuhnya.
- Ada warna serupa dengan warna yang terdapat pada mahkota yaitu merah kecoklatan, yang terlihat di bawah ekornya. Serta gradasi hitam di ujungnya.
- Pada kakinya berwarna kuning
- Terlihat beberapa helai di bagian ujung berwarna putih.
Ada sekitar 38
spesies yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan jumlah spesies terbesar ditemukan di hutan tropis yang berada di Asia, sedangkan yang di bawah ini. Burung
pemalu yang menjadikan semak-semak di hutan mereka tinggal dan ada 3 Jenis dari burung ini yang ada
di hutan lebat belantara Pulau Sumatra, Kalimantan dan Malaysia.
Poksay |
- Black Laughingthrush Garrulax lugubris Burung pemalu tubuhnya berukuran 27 cm.
- Chestnut-capped Laughingthrush Garrulax mitratus tubuhnya berukuran 24 cm.
- Chestnut-crowned Laughingthrush Garrulax erythrocephalus peninsulae tubuhnya berukuran 27 cm.
Komentar
Posting Komentar